Akhirnya Keluar Rumah, di Era New Normal

Setelah Malang berakhir masa PSBB nya hari Minggu 31 Mei 2020 kemarin, kami akhirnya perdana keluar rumah sepasukan komplit, biasanya hanya Ummi saja yang keluar itu pun ke pasar paling jauh jarak 2 kilo an lah, klo Abi minggu lalu sempat ke bank karena token nya ke kunci di mainin sama Ibrahim sama dua hari lalu ke JNE dan karena selama psbb ga bisa pesan ojol jadinya jalan lah dari rumah menuju JNE kurang lebih 5 kilo an kayanya.

Nah klo krucil paling aman seringnya keluar cuma sampai warung jarak 100 meter tuk pesan air, tapi pernah Kaka ikut Ummi ke pasar dan IndoXX, begitupun Abang pernah ikut Abi paling jauh waktu itu tuk benerin sepeda, eh tapi sampai sana tokonya tutup untung mau diketuk dan bisa nginepin si sepedanya disana, kadang beberapa kali juga diajak nemenin Abi ke IndoXX. Nah klo Ibrahim Sarah paling jauh ya pernah juga diajak ke IndoXX, tapi biasanya main sepeda hanya dua sampai jarak empat blok saja dari rumah.

Nah pagi kemarin, bayi kecil udah narik-narik minta keluar rumah. Ya udah, Ummi ajak ajalah sekalian semuanya biar melepas penat. Semua sudah disiapin masker serta bawa satu handsanitizer dan juga botol minum tentunya, hanya Abi yang lupa bawa masker karena paling akhir keluar rumahnya nyari kunci rumah gak ketemu-temu…hihihi saking udah lamanya gak ninggalin rumah, rumah klo malam cuma di slot ajah soalnya. Sedangkan si bayi baru satu blok saja sudah maksa lepas maskernya. Sebenarnya kalau hanya jalan sekitar rumah masih jarang pakai masker apalagi kalau pagi-pagi karena memang intensitas ketemu orangnya jarang sekali, disini baik sebelum ataupun masa pandemik sepi. Cuma Ummi selalu nyoba tuk melatih buat krucil aware dengan maskernya.

Karena memang jarang keluar jadi begitu hari itu disuruh make masker agak lamaan udah pada misah-misuh, ‘Panas Ummi’, ‘Aku gak bisa nafas Ummi’ dan keluhan lainnya. Yah makanya jadi memang jarang banged deh kita keluar ramean gini apalagi lengkap pakai masker standby.

Saking lama nya kita sudah jadi ‘pejuang rebahan’, keluar rumah kali ini tuh tiap ada obyek yang muncul jadi menarik perhatian krucil. Mulai dari gonggongan anjing yang memang beberapa rumah disini banyak yang melihara anjing dari yang jenis kecil anjing peking sampai yang besar seperti husky serigala bahkan ada juga yang punya saint bernard anjing penolong yang suka nemenin Donal Bebek di kartunnya kalau pas di Kutub.

Burung Merpati

Kami pun juga melihat sepasang burung merpati putih yang secara kebetulan bertengger dekat Gereja, Abi pun bercerita dulu pernah melihara burung dara kalau di tepukkin mereka akan muter terbang terus gak akan hinggap.

Akhirnya dicontohkan lah atraksi tepukin sepasang merpati putih tersebut, semakin kencang bunyi tepukkannya mereka terbang memutar semakin tinggi.

Daerah Jawa Timur ini dimanapun masih banyak burung baik yang liar maupun peliharaan seperti merpati ini walau peliharaan namun terbang bebas, dirumah pun tak jarang sering liat aneka burung karena halaman rumah punya tiga pohon besar yaitu mangga, rambutan dan alpukat dari mulai burung kecil yang paruhnya panjang jenis penghisap madu, lalu jalak, klo terbang tinggi diatas sering terlihat bergerombol juga burung bangau, burung puter dan juga burung gereja mereka gendut-gendut semua. Dan beberapa burung lainnya yang saya juga gak hafal jenisnya, Rizky malah katanya pernah liat woody woodpecker alias burung pelatuk.

Oh ya bahkan kalau malam suka ada burung hantu nya juga serta kelelawar yang suka makanin rambutan ataupun mangga yang sedang berbuah, yang kurang diminati hanya alpukat karena selama di pohon buahnya masih keras tapi burung madu yang biasanya hinggap di pohon alpukat saat bunganya mulai bermunculan.

Kaki Seribu

Berjalanlah kami kembali setelah sepasang burung merpati putih tersebut akhirnya hinggap di atap gereja.

Akhirnya kami ambil rute ke arah Plaza Araya karena lebih banyak yang bisa dilihat dan jauh lebih sepi, biasanya masih ada yang jalan-jalan bareng anjingnya dan beberapa yang olahraga pagi tapi hari itu sepi sekali bahkan tukang sayur hanya satu-dua. Mobil maupun motor pun yang lewat pun bisa dihitung jari, jadilah krucil jadi sering berlarian main kejar-kejaran.

Lalu diujung belokan Abi melihat ada beberapa kaki seribu, diambil dan dipegang ditaro ditelapak tangan, krucil melihat dengan penuh minat dan mulai bercerita kaki seribu ini beda dengan kelabang yang berbahaya. Itu kenapa langsung dicontohkan dipegang sama Abi dan bila takut kaki seribunya melingkar membentuk huruf ‘O’, Ummi kembali mecontohkan bahwa hewan tersebut tidak berbahaya. Tapi, mereka memilih tuk tidak memegangnya hanya melihat dari berbagai sisi.

Karena kepo akhirnya tanya sama Om G, nama si kaki seribu ini Julida.

Main Ke Plaza Araya

Dan tadinya Ummi mau order beberapa keperluan via klikindomaret, karena warung terdekat kurang kumplit. Yang lumayan komplit jalannya rada jauh, jadi mohon maaf Ummi sejak dirumahaja malah jadi sering order ke klikindomaret terutama tuk beli beras biar ga gondol-gondol bawanya berat. Hehehe.

Pas tadinya mau order beberapa keperluan yang sudah mulai habis tapi karena jalannya sudah menuju Plaza Araya yah udah jadinya kita mampir dululah ke giant situ, tadinya mau nyebrang ke IndoXX tapi ah malah repot nyebrang jalan raya apalagi terakhir kesana bareng Sarah dan Ibrahim pulangnya malah liat motor jatuh karena saling senggol mana bawa anaknya didepan dan gak pake helm, untungnya gak kenapa-napa cuma shock ajah dan Abi menyempatkan bantu minggirin motornya ke trotoar.

Ya sudah akhirnya kita masuk lah ramean ke Plaza, Abi yang tadinya memang ga bawa masker jadilah pakai masker Abang dan Abang pake maskernya Ibrahim dan Ibrahim ga pake masker jadinya, hadeh…tapi karena dia di stroller jadi gak bisa banyak pegang-pegang atau terlalu dekat sama orang lain. Karena belanja yang gak terencana gak bawa tas belanja lah karena disini Giant nya sudah memberlakukan harus bawa kantong sendri mereka tidak menyediakan plastik, mana dafar belanjaan malah jadi agak membengkak dan baru nyadar pas sampe rumah lha butuh keju yang jadi listing paling awal pas mau order ke klik… malah jadi ga kebeli, hadeh.

Oh ya ketika mau masuk ke Plaza Araya kebetulan kami kan lewat belakang karena ada jalan tembus dari perumahan, di belakang ada bilik Sico (sikat corona) yang di kampanyein Walikota Malang, Sutiaji digarap bareng sama Universitas Brawijaya sebagai bilik disinfektan ternyata sudah tak terpakai lagi. Sempat liat juga beberapa bilik sico yang ada di pasar malah jadi tempat ayam makan, hihihi. Program yang hanya sebagai sensasi media ajah kayanya nih tapi gak difungsikan maksimal. Tapi standarisasi masuk mall yah tetap wajib masker, lalu cek suhu dan disediakan handsanitizer dan ada portable wastafel di bagian belakang.

Tapi kemungkinana si bilik disinfektan tak terpakai karena pengunjung Plaza memang sedikit jadi mungkin dianggap mubazir atau mungkin juga karena ada penelitian yang mengatakan penyemprotan tersebut malah bisa menimbulkan bahaya baru apabila cairan disinfektannya racikan sendiri karena bahannya memakai unsur bleach serta bahan kimia pembersih yang memang tidak disarankan tersentuh langsung bagian kulit. D bagian depan ada resto Burger King sebelum pandemik itu menjadi tempat yang paling ramai nah sekarang hanya boleh order take way alias hanya boleh dibungkus, food court diatas kayanya juga gak buka..tapi gak tau deh soalnya kita datangnya sekitar jam 9 an. Toilet dalam pun juga ditutup, karena pas Sarah kebelet jadinya kami dikasih tau tuk pakai toilet mushalla yang ada parkiran.

Protap New Normal

Seperti kita tahu protap new normal yang kita jalani sekarang ini bukan berarti menjadi masa yang bebas keluar rumah juga, karena aturannya tetap sama seperti saat psbb yaitu:

  1. Memakai masker mungkin sekarang tambahannya face shield ya.
  2. Disiplin tidak membuka masker maupun pegang mulut, hidung dan mata
  3. Rajin cuci baik memakai sabun dan air, maupun hand sanitizer
  4. Menjaga jarak, kurang lebih setengah hingga satu meter
  5. Tidak banyak menyentuh benda-benda yang ada
  6. Pulang kerumah harus langsung mengganti baju, mandi sebelum masuk ke kamar.
  7. dan lain sebagainya, banyak sekali sebenarnya.

Dan krucil sepertinya masih belum bisa melakukan semuanya dengan penuh disiplin dan tanggung jawab karena ternyata banyak yang kita langgar, yaitu:

  1. Abi keluar rumah masih lupa tuk bawa masker
  2. Ibrahim masih sulit tuk disuruh pake masker
  3. Masih open close makai maskernya, jadi kadang masih suka menyentuh bagian mulut, hidung dan mata juga tentunya
  4. Krucil pun selama di Plaza Araya masih menyentuh barang-barang
  5. Sudah diingatkan untuk tidak makan ditempat, eh krucil malah beli es krim dan spontan dimakan setelah dibayar di kasir walau memang pakai hand sanitizer terlebih dulu
  6. Ketika pulang ke rumah diminta tuk segera ganti baju mandi, karena alasan harus giliran masih slow motion.

Jadi, jujur saja krucil dari Keluarga Sirkus dan kemungkinan setiap anak dibawah 11 tahun akan sangat sulit tuk menerapkan protap Covid selama diluar rumah, bahkan kami pun yang dewasa pun juga suka miss baik disadari maupun tidak.

Tapi bukan berarti kami pesimis dengan era new normal ini, hanya saja memang perlu latihan terus. Karena krucil memang jarang keluar rumah jadi masih cukup terlena dan merasa ribet dengan semua aturan baru ini. Jadilah Ummi akan memikirkan bila mengajak team komplit keluar rumah seperti ini lagi. Mungkin bila hanya jalan-jalan seputar komplek masih oke, tapi kalau sudah masuk pertokoan sepertinya harus ditunda lagi. Kemungkinan latihan yang akan kami lakukan dengan mengajak hanya satu anak saja agar lebih mudah dipantau saat di luar rumah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *