Kisah Cabe Selama Lockdown

Oke selama #lockdwon atau #psbb dimana kita kan selalu #dirumahaja, setiap hari mencoba tuk mempertahankan kewarasan sebisanya walau dunia dipenuhi dengan berita yang kadang memberi harapan namun seringnya sih membuat gemas serta geram karena sepertinya mereka yang berjuang tenaga tidak mendapat perlakuan atau apresiasi yang sebanding dengan pengorbanan mereka, tapi yah saya ataupun kita tak bisa membantu banyak hanya bisa patuh bertahan tuk tetap dirumah. Nah oleh karena itu waktu yang ada walau rasanya berlimpah tapi terkadang karena kejenuhan seringkali ada kalanya otak itu beku dan bingung mau berbuat apa.

Sebagai seorang Ummi maka keseharian gak jauh dari dunia per dapuran, akhirnya mencoba berdamai dengan kegiatan sekitar area tersebut. Akhirnya mencoba bermain atau menikmati proses bebenah didapur, kita awali kali ini dengan cabe.

Kenapa cabe? Karena cabe salah satu bumbu dapur yang kan selalu saya beli di tiap kali belanja ke pasar, keperluannya tuk membuat sambal ataupun makanan yang kan disantap lebih nikmat dengan sedikit tendangan pedas. Karena dirumah banyak warga dibawah umur jadi masakan gak selalu bisa pedas maka kadang potongan cabe atau pun cabe rawit yang digigit seperti saat makan gorengan cukuplah meningkatkan kenikmatan si masakan. Kalau ada jargon iklan ‘apapun makanannya minumnya teh nit nit..’ nama produk disamarkan kecuali mereka mau endorse di blog saya, halah… Nah klo saya apapun makanannya harus ada pedas nya disana dan kadang ini menurun ke Abang jadinya, ia pun juga ikutan menghabiskan stok cabe rawit ijo deh.

Cabe

Cabe atau capsium anium L merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat antikanker (Kilham 2006; Bano & Sivaramakrishnan 1980). sumber wikipedia.

Cabai atau lombok termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar. sumber wikipedia.

Nah klo kata Bung Wiki diatas, cukup oke kan si cabe ini. Nah saya selalu mengkonsumsi 3 jenis cabe dan harus nyetok di kulkas yaitu cabe keriting, cabe rawit hijau dan cabe rawit merah.

Cabe dan Lockdown

Balik ke judul, jadi selama lockdown saya mulai memberi extra care dalam merapihkan semua sayur mayur yang telah dibeli di pasar maupun tukang sayur yang lewat, karena ini juga jadi salah satu protokol kesehatan tuk menghindari penularan Covid 19 dimana setiap barang yang dibeli sebelum masuk rumah harus diberi disinfektan maupun dicuci terlebih dahulu, tuk sayur mayur lebih baiknya memang dicuci dengan sabun tentunya nah tuk produk kemasan baru bisa disemprot disinfektan saja.

Jadilah kita bermain dengan food preparation tapi masih kelas amatir lah. Tapi selama ini Ummi coba mengabadikan prosesnya lewat si cabe ini diwakilinya.

Food Preparation

Oke, diawali dengan membuka semua bungkus plastik dari semua belanjaan yang dibeli di pasar. Nah, Ummi sudah pernah posting sebelumnya bahwa kalau tiap belanja seringnya membawa wadah plastik macam si tuppy tapi bukan yang asli sih dan sekarang pun seringkali juga membawa serta plastik-plastik berbagai ukuran tuk mengisi sayuran yang dibeli di pasar. Jadi, berusaha tuk zero waste belanjanya, walau kadang pas pulang masih ada juga yang kecolongan sudah keburu diplastikin dari tukang sayurnya. Yah, masih struggle juga tuk benar-benar zero waste.

Yang dibutuhkan,

  1. Ember tuk wadah membersihkan
  2. Air
  3. Sabun, apa saja tapi kalau punya sabun cuci piring yang bisa tuk sayuran lebih baik. Tapi dasarnya kan setelah dicuci dibilas maka si sabun harus nya si sabun luruh tak menempel yah.
  4. Wadah plastik tuk menaruh sayuran yang telah dicuci, baiknya yang besar dan lebar atau bisa juga tampah biar si air jatuh menetes dengan sendirinya.

Pertama, keluarkan belanjaan taruh di wadah lalu cuci dengan sabun. Sabunnya bisa di taro dulu di ember kemudian masukkan air lalu baru belanjaannya. Baiknya rempah umbi-umbian seperti kunyit, lengkuas yang dicabut dari tanah di masukkan ronde kedua, karena masih banyak sedimen tanah yang menempel bila disatukan airnya malah jadi keruh dan mengotorkan sayuran lainnya. Tuh, cabe keritingnya segar dan seksi yah hihihi.

dimasukkan ke wadah semua belanjaan lalu dicuci dengan air juga sabun

Kedua, siapkan wadah lebar agar semua belanjaan bisa cepat kering sempurna saat dijemur setelah dicuci dengan sabun sebelumnya

Ketiga, setelah kering dijemur maka saatnya memilah kelompok sayur. Mana yang harus masuk kulkas dan mana yang bisa ditempatkan pada suhu ruang saja. Nah tuh cabe, baiknya dimasukkan ke kulkas tapi ada caranya supaya bisa lebih awet.

stok cabe sebelumnya, kurang lebih sudah 2 minggu di kulkas. cabe keriting masih oke kondisinya sedangkan cabe rawitnya sudah mulai membusuk

Keempat, untuk cabe agar bisa lebih awet pilih wadah tutup yang cukup besar sesuai dengan ukuran terpanjang si cabe. Lalu alasi wadah dengan tissue kompor yang agak tebal, seperti tissue basah tapi kering atau kalau memang tidak ada yah bisa pakai tissue basah tapi dikeringkan terlebih dulu dan pakai yang tidak punya aroma takut nanti malah mempengaruhi bau cabenya yah. Tapi yah lebih baiknya memang tissue kompor saja, sudah banyak kok yang jual di marketplace juga ada.

Kelima, bila sebelumnya sudah ada wadah cabe maka tissue yang sudah basah harus diganti dan cabe-cabe yang sudah agak berair dan membusuk sebaiknya dikeluarkan. Bijinya bisa dikeringkan dulu tuk bahan semai ditanam buat yang rajin, klo engga yah dibuang ajah.

tissue yang basah dan lusuh diganti yang baru, dan keluarkan cabe yang membusuk

Keenam, setelah tissue diganti baru alasi di wadah tersebut lalu mulai atur si cabe.

Coba liat foto cabe-cabe saya dibawah ini, mulai dari yang sekena ajah ditaronya sampai saya tata letaknya seperti tentara yang tertib berbaris kepalanya diatas ekornya dibawah masing-masing jenis cabe.

ditumpuk sekenanya saja, prakteknya ketika butuh yang rawit jadi cukup sulit ngambilnya. Dan wadahnya pun agak terlalu kecil ya.

masih ditaro di wadah yang sama, walau mulai diatur kelompok cabe rawit ijo dan rawit merah tapi tetap tertumpuk si cabe keriting yah.

akhirnya dipindah ditempat lebih besar. tapi karena si keriting masih agak besar jadilah di potek bagian kepalanya.

bahkan saat di jemur sudah saya jejer pisahkan dari sebelah kiri yaitu caber keriting lalu rawit merah kemudian rawit ijo, semua nurut yah diatur walau ga social distancing abis mereka udah pedes sih klo dibilangin bikin mulut tambah pedes nantinya, hehe.

si keriting saya beri tempat sisi tersendiri karena panjangnya cukup memakan tempat, baru kemudian si rawit ijo dan rawit merah saya taruh berseberangan dengan tangkainya saling beradu.

Ketujuh, setelah beres diatur sebelum ditutup baiknya dilapisi lagi dengan tissue kompor biar tidak berembun bagian atasnya.

tutupnya dikasih layer tissue dulu, biar ga berembun.

 

InsyaAllah memakai cara ini si cabe cukup awet tuk 1 minggu kedepan bahkan bisa lebih asal setelah cabe yang dibutuhkan diambil sambil ikut diliatin cabe-cabe yang udah mulai bakat berair dan mulai membusuk, karena kalau sudah cabe yang berair biasanya cepat menularkan kebusukannya ke teman-temannya. Jadi, dikeluarkan saja yah si busuk itu.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *