Ingin Lihat Coban, eh Malah Dapat Cobaan. Nasib Sepupuku

Tulisan ini akan sedikit ngeyel karena memang akan menceritakan seorang adik sepupu yang rada ngeyel gemesin dan ini akan jadi kisah yang bisa diteruskan sampai ke anak-cucu nantinya, hehehe.

Sepupuku namanya Mohammad Zikri biasa dipanggil Zikri yah seorang pria yang masih mencari hilal jodohnya, nah disela pencariannya terkadang ia menyusuri lembah-lembah melewati gunung hingga lautan…lho kok jadi kaya theme song Hamtaro, ayo siapa yang tau animasi ini berarti kita seumuran.

Nah ketika ia melakukan pencarian hilal tuk jodohnya ia senang travelling sendiri terkadang sambil buat vlog katanya, dan juga hunting kulineran. Sejak kepindahan kami di Malang, sepupuku ini sudah kali kedua menginap disini.

Pertama kali datang ketika bulan Desember 2018, ia pun melakukan perjalanan khasnya dengan memesan motor sewaan lalu halan-halan sendirian kala itu sepertinya baru seputar hunting kulineran baik tuk makan ditempat maupun dibawa sebagai oleh-oleh dan hanya menjelajah kotanya Malang yah ke Batu sempat sampai ke daerah paralayang karena pada saat itu hujan intensitasnya sering dan deras jadi katanya masih belum maksimal halan-halannya dia memang berniat akan main lagi kesini. Adiknya Runi setelah Zikri dua hari di rumah saya dia ikut menyusul mau main juga kesini, hanya kalau adiknya ini banyak kawannya disini yah karena juga perempuan saat mau keluar jalan pun biasanya janjian dulu sama teman-temannya. Zikri karena datang lebih dulu maka ia pulang lebih dulu sedangkan Runi baru pulang dua-tiga hari kemudia

Hari-hari Sebelum Cobaan Coban

Senin, 6 Mei 2019 hari pertama puasa. Kebetulan pagi itu Ummi sedang berhalangan maka sekitar jam tujuh sedang menyantap sarapan di meja makan tiba-tiba melihat hp menyala dan ada panggilan masuk, dilihat namanya ‘Zikri’.

Foto profile FBnya khas anak petualang

Dalam hati ada apa yah sebelum mengangkat teleponnya, akhirnya saya jawab panggilan tersebut.

‘Assalammualaikum, ya knapa zik?’

Suara di telepon menjawab, ‘Mba, aku dah sampai’

‘Hah, udah sampai mana?’ tanyaku rada he-ho.

‘Udah sampai depan nih mba’ jawabnya lagi.

Dalam hati jangan-jangan nih anak ada di depan rumah, berjalanlah aku kepintu depan sembari menanyakan kembali

‘Udah sampai mana?’,

‘Ini depan pagar, aku mba’

Ketika buka pintu, lha itu dia dah nongol dengan motor kuning sama seperti yang disewanya terakhir kesini. Karena belum sempat pakai kerudung aku jawab, “Lah, dah sampe sini ajah. Ya udah masuk ajah…bentar yah…’, sembari nyari kerudung hingga agak ke arah dapur agak berteriak bilang ‘Bi, ada Zikri niiih….Bi, ada Zikri’

Sambil masih mikir owalah kemarin sepupuku ini share dan tag info menu buka puasa di FB ku….kemudian ku ledek.

‘Koki om @zikri kesini ajah deh, bantuin hahaha..’

Gak berapa lama dia jawab ‘Otw’

Nge tag men sahur di FB

Lha ini dia dah sampe depan rumah, hahaha anak ajaib.

Memang sih dia sempet bilang jauh hari sebelumnya bahwa dia akan ke Malang lagi sudah ambil cuti kemungkinan bulan Mei katanya, saya cuma iya-iya ajah sambil mikir lha itu kan pas puasa…moso dia bakalan ngider lagi disini pas bulan puasa, jadi saya ga anggap serius info yang diberikannya dan dia pun ga berkabar lagi setelah hanya status singkatnya ajah di FB bertuliskan ‘otw’. Hihihi.

Yah memang sepupuku ini punya tekad yang kuat, kalau sudah ada maunya yah maunya harus terpenuhi. Agak mirip kaya krucil dirumah….apa ini memang turunan yah?

Oh ya Zikri ini adik sepupu, anak dari adik laki-lakinya Mama.

Setelah memakai kerudung membantu membuka pagar, aku masih menyakan ‘Lha kok tau-tau dah sampe sini ajah, otw…ternyata otw beneran toh’, dia cuma cengar-cengir sambil njawab ‘Kan, aku udah ngomong’. Whuhehehe.

Hari pertama nya di Malang senin itu dia istirahat bobo dulu setelah perjalanan dengan kereta yang ditempuh kurang lebih 14 jam, Jakarta-Malang. Bada Ashar Malang hujan deras.

Baru setelah Isya+Teraweh ia memulai journey nya kembali, mau kulineran disini katanya. Ngincer ‘sego banting’ katanya, dalam hati mikir hari pertama buka puasa apa iya tempat yang dituju buka.

Sebelum pergi ia selalu pamit dan menginfokan tujuannya setelah kutanyakan tentunya, malam itu dia bilang tujuannya mau kulineran malam di kota Malang. Pertanyaanku berlanjut, ‘Sahur disini ga?’, dia menjawab yakin ‘Iya dong mba’.

Yo wis Abi keluarga sirkus meminta dia tuk bawa kunci samping rumah, karena pintu rada sulit sempet di test dulu kira-kira bisa gak dia ngunci dan buka pintunya, sempat rada ngeyel ngomong ‘Ga masuk nih kuncinya’ tanpa mencoba deretan kunci lain yang ada dalam satu gantungan.

Senin malam itu dia pulang jam dua, hanya sejam sebelum saur. Dan live report foto hasil kelayapan malam ini sudah terpajang di FB nya. Terlihat sudah dua tujuan tempat makan dan satu tempat ngopi. Hehehe. Dan ternyata masih bawa bungkusan tuk persiapannya sahur dirumah.

Selama sahur dia bercerita hasil kelayapannya tadi dan bercerita serta menanyakan rute ke pantai selatan. Yah, dia berencana mau plesiran ke pantainya Malang Selasa nya.

Selasa, 7 Mei 2019

Jam 7an setelah beres mandi plus nyuci bajunya, berangkatlah sepupuku ini tuk plesiran ke pantai-pantai Selatan yang ada di Malang kabupaten. Dia sempet menanyakan saya punya tongsis ga, saya bilang punya dan saya ambilkan eh tapi ternyata kaitan ke hpnya retak akhirnya urung dibawa.

Ia bilang mau pamitan sama Abinya anak-anak tapi karena posisi lagi tidur saya bilang udah lah gak apa-apa jalan ajah nanti disampaiin. Baru mikir mungkin sekalian mau nanya jalan sepertinya tapi dia urung mau nanyakan ke saya hehehe.

Hasil plesiran ke pantai selatannya

Saya sempat bilang jangan main air disana karena ombaknya kencang dan beberapa hari sebelumnya saya lihat info ada yang terseret arus di pantai Bajul Mati salah satu deretan pantai yang ada disana.

Saya kembali menanyakan ‘Buka disini ga?, ia jawab ‘iya’. Tapi ternyata menjelang buka ia tak kunjung pulang, baru sampai menjelang jam 6an dan sepertinya sudah buka dijalan karena membawa bungkusan indoxx dengan roti sobek yang tinggal satu potong dan beberapa air minum disana.

Sembari makan dia bercerita tentang plesirannya ke pantai selatan sambil terkagum-kagum keheranan melihat betapa bagusnya pantai selatan di Malang kabupaten dan bercerita tentang rute yang dilewati serta kebingungannya dengan gps gmaps yang rada eror saat memilihkan rute karena ternyata dia melewati jalan Turen bukannya Gondanglegi yang jalannya jauh lebih moderat, hehe.

Sore itu di Malang pun kembali hujan cukup deras hingga Azmi dan Rizky yang tahfidz sore itu kesulitan tuk pulang karena sulit dapat gojek terdekat hingga harus beberapa kali cancel order karena ga ada yang nyangkut drivernya, eh sempat dua kali dapat gojeknya tapi posisi jauh dan driver keberatan akhirnya cancel lagi deh. Akhirnya krucil kirain akan naik Grab dibantu sama Ustadzah yang menawarkan tuk order disana tapi eh tau-tau mereka datang naik motor bersama dua ustadzahnya. Jadi ga enak inih ngerepotin.

Saya menanyakan Zikri di daerah pantai sana hujan ga? Alhamdulillah engga katanya tapi memang lihat langit gelap arah ke Malang. Malamnya ia istirahat saja dirumah setelah teraweh, sepupuku anaknya cukup rajin ke masjid tiap kali adzan berkumandang.

Rabu, 8 Mei 2019

Hari ini Sarah anak saya yang ketiga, merupakan hari pertama sekolah setelah libur awal puasa, saya pun mulai bersiap bersama Sarah dan melihat Zikri pun sudah rapi sama seperti kemarin sudah mandi plus nyuci baju dan membawa kembali tas pocket selempangnya yang kecil itu. Kali ini Abinya anak-anak sudah bangun dan beberes sedikit.

Kami menanyakan mau kemana hari ini, ‘Coban Talun’ tujuannya. Karena sebelumnya pernah dia main ke Batu ke tempat paralayang yang masih dibawah dari Coban Talun malah saya dan Abinya yang belum pernah kesana jadi kita yah berpikir dia sudah cukup tau jalannya.

Pamitan dan bilang hati-hati, kali ini saya tidak menanyakan apakah mau berbuka dirumah. Yah pasti tergantung sikon ajah karena memang Batu ke Malang kalau sore agak macet…tapi yah macetnya sini bukan macetnya ibukota.

Menjelang Magrib belum keliatan batang idungnya sepupuku ini dan Alhamdulillah sore ini Malang cerah namun karena kemarin sulit dapat gojek tuk krucil pulang tahfidz yang memang jadwal mereka Selasa-Kamis sore jam 5 saya pun meminta ijin ke Ustadzah tuk dijemput 30 menit sebelumnya. Yah karena hari itu cerah Alhamdulillah gojeknya cepat dapatnya.

Seperti biasa setelah ba’da Ashar saya sibuk di ruang kerja saya yaitu dapur, menyiapkan masakan berbuka hari ini dan setelah minta ijin ke Ustadzah saya sudah tidak pegang liat hp lagi hingga baru ketika mau berangkat teraweh baru cek hp. Tadinya kami mau berangkat sekeluarga bersama baby Ibrahim juga, setelah rapi saya baru memikirkan sepupu saya Zikri.

Bertanya ke Abi gimana baiknya, katanya ya dihubungin aja bilang kalau mau ke rumah ke masjid dulu ambil kunci. Ibrahim yang memang sudah disiapkan pakai baju pergi sudah kadung riweh mau pakai sandalnya dan narik-narik arah keluar. Saya pun sembari buka whatsapp/wa maksud hati mau ngabarin Zikri.

Pas dibuka saya lihat ada misscall di wa dari Zikri dan ada pesan ‘Mba tolongin saya, saya nyasar di Coban Talun area hutan dan perkebunan’. Spontan saya nyengir karena agak absurb gimana cara saya nolongin wong saya dirumah dia dihutan.

Coban Talun malang
Hilang di Coban Talun malang

Saya beritahu Abi, lalu saya telponlah Zikri.

‘Zik kamu nyasar gimana?’

‘Iya mba tolongin saya nyasar di Coban Talun saya diperkebunan ini’

‘Lha aku bantuinnya gimana?’

‘Mba punya teman ga dekat Coban Talun, minta tolong jemput saya’

‘Yah aku ga ada teman disana, bentar…’

Saya berikan hp ke Abi, lha ngasih tau jalan yang jelas ada nama jalannya aja kadang kayanya ga saklek gimana ngarahin orang nyasar dikebun. Biar abinya dulu yang ngobrol lah. Kami sedikit geli dengan situasi ini dan Zikri pun masih ketawa cengengesan.

‘Gimana Zik, kamu nyasar?’ Abinya buka percakapan.

‘Iya mas, saya ada diperkebunan dekat Coban Talun…’ samar-samar suaranya karena saya pindah tempat sambil ngurus Ibrahim.

Terdengar Abi memberi arahan ‘Coba pelan-pelan kamu telusurin jalan sebelumnya..’

Lalu saya punya ide, ‘Bi, suruh share location ajah…’

Abi pun meneruskan ide saya lalu kami mulai mengamati bersama keberadaan Zikri.

Bila melihat titik Zikri via gmaps live share location tidak jauh dari jalan utama atau jalan raya dan kalau liat sekelilingnya banyak terdapat bangunan disana dan beberapa tanah teratur yang memang terlihat seperti perkebunan.

Abi kembali mengarahkan dengan memberi tahu terdekat dengannya itu ada apa saja yaitu ada Tugu menara Brantas lalu kami googling ada warung bakso dekat situ dan ada nomer telponnya, kami berikan nomer tersebut ke Zikri biar bisa bicara langsung tentang posisinya. Namun sayang nomernya sudah tidak bisa dihubungi.

Krucil mulai heboh menanyakan kapan berangkat terawehnya, akhirnya saya jelaskan bahwa Om Zikri nya lagi tersesat di hutan kita bantu dulu yah. Mereka mengangguk tapi sepertinya masih cuek main ajah karena memang kirain bukan sesuatu hal yang besar sama kaya gojek nyasar nyari alamat kami.

Namun Ibrahim mulai crancky, yah akhirnya saya keluar rumah dulu muter-muter sebentar dengan mobil sepedanya.

Sepulangnya sepertinya Abi dan Zikri belum bisa memastikan gimana biar bisa keluar dari tempat tersebut. Dan Zikri tidak banyak menginfokan dimana letak persis dan tanda-tanda yang bisa sebagai patokan agar kami bisa telusurin lebih jauh lagi via gmaps.

Jadi tadinya saya pikir Zikri menelpon saya via wa tapi ternyata hanya pesan wa dan belakangan ada sms masuk juga di jam 5.57. Percobaan penelusuran via gmaps kurang lebih 30 menitan.

Saya mulai mikir kayanya ga efektif bantuin kaya gini, Abi nya bingung mastiin mandu Zikri keluar dari situ. Kalau kemarin diajak ngobrol soal arah dia sih dah kaya orang Jawa yang kalau ngarahin rute ngomongnya ‘Saya mau ke arah Barat mba karena kalau lewat Selatan nanti muter’ yah saya mikir harusnya anak ini tau arah mata angin dan setau saya dia juga anak Pecinta Alam foto terakhirnya di FB kayanya abis naik gunung sama teman-temannya.

Saya akhirnya berpikiran tuk menginfokan minta bantuan di group FB Komunitas Peduli Malang, karena saya sering liat banyak yang minta bantuan dan mereka sangat sigap dan responsif. Saya pun mencoba membuat postingan.

Tapi group ini postingannya harus ada approve dari admin hampir 5 menitan saya menunggu di approve sambil mengecas hp, merefresh kembali dan beberapa kali hp diminta oleh baby Ibrahim jadi sedikit main rebut-rebutan.

Saya cek postingan yang komennya terbaru hitungan 1 detik yang lalu, akhirnya saya putuskan nyoba spamming di komen dengan menjelaskan bahwa postingan saya belum di approve. 5 menitan lagi menunggu akhirnya ada 2 orang me Like postingan saya tapi belum ada kejelasan, gak lama ada yang nulis ‘up‘ memberi tanda agar menaikkan postingan saya. Lalu, ada pula yang berkomentar ‘Mba buat postingan baru saja jangan di komen’ lalu saya jawab ‘Sudah mba, tapi postingan saya belum di approve‘. Baru lah beberapa orang menuliskan up … up … up.

Akhirnya setelah hampir 40 menitan kali yah, saya paham mungkin admin lagi berbuka atau bahkan sedang shalat terawih pada saat itu. Setelah postingan saya naik saya mulai membuka percakapan ‘Alhamdulillah postingan saya di approve, ada yang bisa bantu?’.

Akhirnya banyak merespon baik dengan ‘LIKE‘, menuliskan ‘UP‘ maupun emoticon sedih, kemudian beberapa mulai menanyakan cerita lengkapnya. Saya berusaha menjawab beberapa namun tetap mencari mereka yang kiranya potensial bersedia membantu.

Gak lama ada akun dengan nama ‘Vila Wisata Batu’ menanyakan,

‘Mba, itu nomer adeknya aktif kah?’ saya langsung prioritaskan jawab

‘Iya, saya sambil mantau live sharingnya’. Dia pun akhirnya memutuskan menghubungi dan menginfokan bahwa ia dekat dengan lokasi dan menyanggupi tuk mencegat di salah satu jalan disana. Belakangan saya hanya tau namanya yaitu Lukman.

Kemudian pertanyaan mulai masif antara yang bertanya serius namun ga jarang ada yang sambil meledek. Saya juga agak sedikit riweh dengan Ibrahim yang mulai merajuk, mulai menyortir mana yang saya jawab duluan, karena insting kewaspadaan saya naik.

Sebab di postingan tersebut saya sertakan nomer hp Zikri dengan maksud biar mereka dapat live share locationnya langsung dari Zikri. Tapi ini jadi riskan juga karena saya juga takut ada orang yang berniat jahat, yah maklum saya kecil di kota…belajar dari pengalaman saya selama ini ya kalau sama orang belum kenal harus pasang alarm curiga lebih besar dibanding yang kenal, walau yang kenal pun saya kadang masih nimbang-nimbang. Hehehe. Ya turst issue saya kurang dari 50%, tapi klo ketemu hadap-hadap selama ini Alhamdulillah saya bisa membaca orang ini baik atau engga dan begitupun dengan onlen shop Alhamdulillah belum pernah kena penipuan juga paling agak lola responnya jadi sempet spanneng ajah. Yah maksudnya insting saya cukup baik tuk menilai orang.

Saya infokan juga ke Zikri bahwa akan banyak yang hubungi dia harap hati-hati. Dan benar beberapa ada yang menghubungi dan dijawab seadanya sama Zikri.

Berselang sambil saya juga ngobrol dengan Zikri via wa meminta tuk menjelaskan lebih detail soal lokasinya, arah apa yang terlihat sebelum sampai di titik tersebut dan juga sembari menguatkan tuk menyuruhnya membaca surat-surat seperti 3 qul (alaq, an naas, al falaq) serta Al Insyirah dan ayat kursi, yah pokoknya baca surat yang dihapalnya saja sembari juga cari apa yang bisa dimakan dan diminum. Karena ini kan sedari pagi kondisi shaum dan sudah lewat waktu berbuka, Zikri ini badannya montok jadi agak kepikiran nanti kalau dia mulai lapar atau haus.

Sambil menimbang pertanyaan mana yang harus saya jawab, saya bertanya ke Abi baiknya gimana lagi yah? Dia pun mulai menelpon beberapa kawan dan saudaranya yang ada disini, akhirnya memutuskan tuk jemput kesana. Karena kami memang tak ada kendaraan jadi menunggu Pak Zam yang ternyata juga sekaligus menjemput kawan satu lagi yaitu Mas Arief tuk ikut serta tuk nanti membantu bawa motor.

Zikri pun mulai memberi informasi tambahan,

‘Mba, aku diantara lokasi penangkaran lutung dan track untuk motor trail’

‘Kaki mulai lelah dan cedera sempat terjatuh, butuh fast respon’

Katanya, sebelumnya juga sempat kami bertelponan ia juga menjelaskan bahwa jalan licin, curam, tanah bila diinjak amblas karena rawa serta mulai terdengar suara gonggongan anjing.

Baru saya menyadari, oalah pantes dia kesulitan…walau keliatan dekat via gmaps tapi medannya jalannya ternyata sulit. Dan pada saat itu saya pikir dia itu nyasarnya masih naik motor, eh tapi ternyata dia tracking by foot alias jalan kaki. Pantas titiknya lama berubahnya. Saya ga tau apa Zikri sempat infokan dia itu jalan kaki atau naik motor, agak bluring info tersebut saat itu.

Tapi, Zikri sudah memberikan titik terang lokasinya bahwa dia ada diantara penangkaran lutung dan rute motor trail. Patokan yang lumayan jelas.

Dan di group FB mulai ada yang menginfokan bahwa team reacue otw ke lokasi, saya pun infokan apa yang saya dapat dari Zikri. Lalu saya infokan juga ke Zikri bahwa team menuju lokasi, sabar ya.

Yang mengontak team rescue

Jam 10 malam abi nya pun berangkat menuju lokasi, Rizky yang melihat Abi nya mau pergi agak panik karena dia kehilangan teman tidurnya. Akhirnya saya jelaskan situasi ke krucil minta pengertian mereka bahwa kami sedang mengurus Om Zikri yang nyasar di hutan, saya jelaskan ini kondisi malam gelap jadi Om Zikri sulit menemukan jalan pulang dan tempat Om Zikri nyasar itu dekat hutan di gunung nah semakin malam bisa berbahaya buat keselamatannya jadi Ummi minta kalian tuk bantu Ummi lebih tenang dan bersikap baik, karena sedari tadi masih heboh main game dan ketika diminta mengasuh Ibrahim agak malas-malasan jadi ketika Ibrahim mulai cranky akhirnya saya tidurkan dulu. Alhamdulillah Sarah memutuskan tuk menemani Abangnya bobo di kasur karpet tipis ruang keluarga.

Oh ya saat Ibrahim cranky mungkin merasakan kecemasan dan ketegangan saya selain juga kecewa ga jadi teraweh, akhirnya saya putuskan menidurkannya dulu saya masih mantau baik FB group Komunitas Peduli Malang maupun WA dari Zikri. Namun Zikri dah mulai on off hp nya tuk menghemat baterai.

Sebelum Abi nya pergi saya sempat menanyakan apakah perlu telepon Ayah dan Ibu nya, kata Abi ‘Ya telpon ajah, biar bisa bantu doa’. Karena saya gak lama baru ganti hp jadi nomer-nomer yang sebelumnya sudah saya simpan tidak ada dan ini sudah jam 9, mau telpon ke Mama juga pasti sudah tidur saya juga berusaha tuk gak meluaskan ketegangan maupun kepanikan ke Mama, kasian.

Saya dapat nomer Ayah nya karena ada di group keluarga tapi sayangnya ga bisa dihubungi, nomer adik-adiknya saya ga ada juga akhirnya saya coba kontak via FB Messengger dan ini saya harus pakai komputer karena saya sudah ga download aplikasi di hp karena memang jarang dipakai.

Zikri ini anak pertama dari lima bersaudara, ke empat adiknya perempuan semua. Saya kontak satu-satu tapi ga ada yang aktif di FB, kayanya FB bukan tempat main mereka di sosmed.

Ya sudah, saya cuma bisa nunggu sambil berdoa ajalah sembari nidurin Ibrahim. Alhamdulillah mungkin karena tadi sempat rewel dan nangis cukup lama jadi bobonya cepat, hehehe.

Saya shalat dulu karena tadi tidak sempat shalat jamaah bareng Abi dan krucil karena sedang menjawab beberapa komen di FB dan hp saya ini sudah agak lemot kalau terlalu sering dipakai touch screen suka eror jadi sempat nge hang beberapa kali, ah bikin gemes sebenarnya. Jadi kaya di film thriller menambah ketegangan, hahahaha.

Setelah mengetahui bahwa medan jalannya sulit dan ada penangkaran lutung, saya mulai berpikir kurang baik apalagi ada yang komen ‘awas banyak begal’. Duh, kalau ada harimau dan orang jahat gimana ni anak…selamat ga yah? Tapi saya langsung tepis jauh-jauh kembali khusyu berdoa, engga ini Ramadhan Bismillah semua baik.

Alhamdulillah saya tipekal yang memang rada datar dalam menyikapi hal-hal riskan karena saya tau kalau kondisi panik pasti kita ga bisa nyari solusi tuk tiap masalah, semoga saya bisa mewarisinya ke anak-anak.

Akhirnya Ditemukan!!!

Saya terus mencoba menjawab yang belum terjawab komennya, lalu mendekati jam 11 malam member dari group orang pertama yang menyanggupi tuk membantu yaitu Mas Lukman dengan akun ‘Villa Kota Wisata Batu’ menuliskan komen ‘Info terakhir mas zikri sudah ditemukan’. Saya lega selega-leganya, lalu menjawab ‘Alhamdulillah, posisi sekarang dimana mas? suami saya otw ke lokasi’. Ia menjawab ‘Posisi adek mba bersama team rescue mba dibawa ke rumah sakit’.

Saya langsung kabari Abi yang sedang di perjalanan ternyata Abi sudah mengetahui lebih dulu. Karena merasa sudah beres, saya menuliskan update terakhir dengan mengucapkan rasa terimakasih saya serta bahwa komen postingan akan saya matikan. Saya lupa dan gak kepikiran kalau saya belum punya kontak dari team rescue, hahahah emang dodol deh. Dah kaya tamu kalau dah beres makan pulang ajah, dan bener aja beberapa team rescue menghubungi saya via FB Messengger tapi saya baru baca dua hari lalu begitupun Abi dihubungi via FB Mesengger bersama foto-foto saat Zikri ditemukan baru baca juga tiga hari yang lalu.

Akhirnya saya telpon Abi apa sudah tau posisi Zikri, katanya tadi ditelpon diangkat cuma koneksi ga bagus jadi keputus-putus dan anaknya juga cuma bilang ‘Iya mas, saya sudah ditemukan’. Hahahah gokil lah nih anak.

Ya saya pun mencoba menelpon beberapa kali belum juga diangkat, mungkin dia lagi istirahat. Lalu setelah beberapa kali menelpon akhirnya diangkat.

‘Zik, gimana?’

‘Iya, aku udah ditemuin mba’ sambil cengegesan.

‘Heleeeh, gimana sih bisa sampe nyasar ini jadi heboh se Malang di FB. Sekarang kamu dimana?’

‘Di rumah sakit mba?’

‘Tapi kamu gapapa kan?’

‘Ya kaki terkilir ajah sempet jatuh tadi’

‘Masih bisa jalan?’

‘Bisa mba’

‘Eh iya, kamu dirumah sakit apa? Mas Anggi sama teman-temannya lagi mau jemput kesana’

‘Nanti saya share loc aja mba’

‘Oh yo wis, ya udah istirahat dulu. Eh udah makan belum?’

‘Udah mba, ini disediain kue’

‘Ya udah tungguin aja ya, nanti kamu jangan bawa motor dulu nanti dibantu temannya Mas Anggi’

‘Iya mba’

‘Yo wis, istirahat. Aku kabarin Mas Anggi dulu. Assalammualaikum’

‘Walaikumsalam’

Gak lama muncullah share location di WA, tapi kok ga ada nama Rumah Sakitnya yah?

Saya telpon balik lah, lama diangkatnya.

‘Kenapa mba?’

‘Zik, kamu di rumah sakit apa?’

‘Itukan saya udah share loc mba’

‘Ga ada namanya di maps, apa namanya tau ga?’

‘Heee saya ga tau mba, ya udah nanti saya cari tau’.

‘Oh ya udah, kabarin yah’

Saya telpon Abi nya ternyata sudah dapat share location juga dari Zikri dan sudah jarak 15 menit dari titik tersebut. Yo wis saya lega lagi tapi jadi bingung mau ngapain, mau makan tapi perut berasa masih tegang…mau rebahan tapi yah ga bisa bobo juga.

Akhirnya saya baru mengabarkan keadaan bahwa Zikri sudah ditemukan ke group Keluarga inti yang isi membernya Saya, Abi, Mama, Kaka saya dan anaknya Alya. Lalu kontak ke Abi kabarin gimana-gimana nya, saya harus nyiapin apa dirumah?

Hening. Karena sudah lega tapi belum juga berkabar, saya beranikan nulis status di FB tapi gak menceritakan secara gamblang karena takut Ibunya Zikri baca. Gak lama bolak-balik antara cek FB, cek Wa eh di FB ada team rescue yang ngontak bernama ‘Hendry Pratama’ mengabarkan bahwa dia dari team rescue lalu memberikan nomer telpon. Saya capture share ke Abi dan saya balas komennya menginfokan kalau suami saya perjalanan kesana.

Lalu kembali hening. Bolak-balik ajah cek hp dari FB-WA, WA-FB…lalu sekitar jam duabelasan WA saya di group keluarga baru dibaca kakak saya, ya sudah saya ceritakan kronologis lima jam kebelakang. Baru setelah itu sekitar jam dua an, terdengar suara motor dan mobil berhenti didepan. Alhamdulillah sampai dirumah semuanya.

Abi dan Mas Arief naik motor dan Pak Zam serta Zikri naik mobilnya. Keluar dari mobil Zikri dah cengar-cengir ajah…

‘Duh Zik, kalau main jangan jauh-jauh’ tembak saya.

Dia membalas ‘Ga jauh saya mba’

Masih ngeyel ajah. Ya udah akhirnya saya siapin kopi buat Zikri, sedangkan Mas Arief pamit pulang setelah dipesan gojek oleh abi, Mas Arief disamper bareng dijemput Pak Zam. Pak Zam menyempatkan tuk saur disini dengan Abi pesan nasi padang via gofood.

Behind The Cobaan at Coban Talun

Keesokannya saya mendapat sisi cerita lengkap baik dari Zikri maupun Abi.

Zikri bercerita bahwa ia sudah turun dari Coban Talun dah sempat shalat Ashar dulu di pos bawah baru jam tiga an dia mulai menjelajah lagi ketika melihat ada petunjuk bahwa disana ada penangkaran lutung, tadinya ia mau ke Coban yang berada di atas sudah masuk perbatasan Mojokerto dan bila lihat maps Coban tersebut berada ditengah dua gunung besar. Untung urung dilakukan ke Coban yang diatas itu mah beneran lintasi hutan. Oh ya buat yang bingung apa sih Coban, coban itu air terjun.

Nah Zikri maksud hati ingin ke penangkaran lutung namun ternyata ada persimpangan yang dia salah belok harusnya ke kiri dia belok ke kanan, yang Zikri telusuri itu rute jalan tuk mobil maupun motor trail jalan offroad. Ia mengikuti bendera umbul-umbul disana dan bertulis East Java Expedition.

Saya sempat nanya memang ga merhatiin jam kalau sebentar lagi gelap, katanya nanggung mumpung masih buka sampai jam lima. Motor dia parkir di pos dan dia berjalan kaki yang tadinya saya kira ia nyasar saat perjalanan pulang dengan motor. Dan ia sempat infokan kalau jalan licin dan kaki mulai lelah cedera, saya pikir ia tergelincir dengan motornya. Eh ternyata dia jalan kaki, untuk orang yang punya tubuh lumayan subur ternyata Zikri cukup kuat jalan-jalan.

Semalam ketika ditelpon tuk pencarian arah dan ditanyakan sebelumnya dah melewati apa saja selama perjalanan Zikri bilang melewati dua sungai namun cerita dari Abi ranger hutan sana yang bernama Mas Roy mengungkapkan kalau Zikri sampai melewati sungai kedua team rescue tidak ada yang berani melakukan pencarian sampai sana karena disana itu ‘jalan ghaib’.

Yah namanya juga hutan belantara pastinya banyak hal ghaib disana, wong disana tempat tinggalnya mereka. Walau liat di maps maupun komen dari para member Komunitas Peduli Malang mereka mengatakan itu masih wilayah lumayan ramai disana karena memang banyak perkebunan dan sepanjang jalur memang ada pondok-pondok kecil dan Mas Roy sang Ranger Hutan sebenarnya ada di salah satu pondok disitu yang dilewati Zikri.

Zikri pun sempat ngomong kalau diawal dia memang mau ngaso dulu sebentar disalah satu pondok sembari mau menanyakan jalan waktu masih agak terang tapi merasa sayang karena takut ga kekejar waktu, yah emang bener jadi ga kekejar deh yah. Hehehe.

Dan jalan yang dilalui masih awal-awal nyasar bagi Zikri yang pernah ikut pecinta alam dianggap masih aseek tuk ditelusuri karena masih berasa di tempat wisata apalagi tanahnya yang datar. Namun cuaca disana cepat sekali berubah, walau di kota Malang cerah tidak hujan disana sempat gerimis dan biasanya setelah gerimis berkabut cukup tebal.

Nah setelah sebelumnya mencoba sebisanya tuk balik nyari jejaknya sendiri yang sempat dilewati serta petunjuk arah seperti ada plastik merah putih katanya ternyata ga membuahkan hasil barulah Zikri hubungi saya.

Karena ini bulan Ramadhan dan Zikri pun sedang shaum pada saat itu, ia pun membatalkan puasanya kali itu cukup spesial hanya dengan air sungai yang katanya Alhamdulillah nya airnya cukup bening dan bersih karena jauh dari pemukiman hanya perkebunan saja. Tapi dia bilang bahwa dia juga ga ngerasa lapar sedangkan saya dirumah mau ngemil sesuatu rasanya ga selera mikirin bocah tambun itu entah dimana, biasanya dah siap dengan segala aksesoris jajanan takjil saat mau berbuka. Belakangan kata Abi, di rumah sakit Zikri disuguhi kue sejenis Amanda dan setengah sudah menghilang dari kotaknya hihihi.

Selama interview untuk laporan team rescue kata Abi, Zikri masih rada ngeyel mengatakan bahwa petunjuk jalannya kurang lengkaplah makanya dia bisa nyasar. Ranger hutan sepertinya cukup paham watak anak ajaib satu ini mereka hanya tersenyum dan memberi jawaban akan menjadi bahan evaluasi buat mereka. Bahkan Mas Roy katanya menyanggupi bila Zikri mau plesiran lagi sekitar Coban Talun kontak beliau saja, InsyaAllah ditemenin deh mau jelajah kemana ajah sekitar situ. Hadeh denger ini kok saya yang jadi malu yah, Abi pun sempat meminta maaf atas kelakuan adik sepupunya ini.

Untung atau Buntung ada Gmaps saat nyasar di hutan?

Sejak hadirnya peta gps pada smartphone kita jadi lebih pede plesiran sendiri ketempat yang belum pernah kita jelajahi baik hanya sekedar mengunjungi rumah teman atau kerabat kah, hunting tempat nongkrong terbaru kah, panduan saat travelling baik di negri sendiri jelajah nusantara maupun jelajah dunia.

Persentase keberhasilan menemukan tempat yang dituju sesuai gps mungkin cukup besar, saya ga tau apa ada penelitiannya atau tidak. Ya bahkan memudahkan pekerjaan para driver online. Tapi tak jarang belakangan kita sering liat beberapa mobil yang akhirnya berada di jalur-jalur aneh karena arahan gps.

Nah begitupun dengan Zikri, share live location nya ternyata tidak akurat. Team rescue yang diketuai Mas Hendry atau biasa dipanggil si John, para team bercerita pada Abi bahwa mereka terkecoh dengan titik lokasi dari Zikri karena live share location tersebut.

Dan ternyata Abi pun mengalami hal yang sama saat menjemput Zikri, karane kami lupa minta kontak para rescue di FBG Komunitas Peduli Malang maka kami minta share location lagi dari Zikri. Ia men share nya dari ruang perawatan Rumah Sakit Punten tapi titik nya membawa Abi ke sebuah tempat yang menjadi basecamp team rescue BPPD. Untungnya disana masih ada team rescue dan sempat pas-pas an dehgan Si Mas John ini jadilah team rescue mengantar ke rumah sakit yang memang tidak jauh dari basecamp BPPD, ada di belakangnya.

Nah titik share gps live location ternyata tidak akurat, menurut Team rescue mereka terkecoh karena memakai internet jadi biasa titik nya pending dari tempat seharusnya.

Jadi, misal A berada di minimarket IndoXX tuk beberapa saat lalu ia keluar dari minimarket dan pindah ke dua-tiga bangunan dari situ lalu baru dia membuat live share location, nah titik yang kita lihat dia masih ada di minimarket bukan ditempat seharusnya dia sekarang. Internet telat membaca kepindahan lokasi si A kemungkinan ia membaca posisi A terlama disana jadi secara tidak langsung menyatakan bahwa A masih berada di titik tersebut walau sudah pindah tempat.

Bila itu berupa bangunan kita dengan mudah mengubah titiknya memaju atau memundurkan karena banyak petunjuk tuk dicocokkan tapi kalau hilang di hutan seperti Zikri dan dalam keadaan gelap maka kita tidak bisa mengkoreksinya karena kita sendiri tidak tau lokasi persisnya. Oleh karena itu kemarin team rescue terbagi atas beberapa group jadinya, ada yang mencari diatas sesuai titik share location dan ada yang mencari dibawah 1-2 kilometer dari titik share location.

Alhamdulillahnya Mas Roy ranger hutan mengenal baik jalan tersebut karena memang ia seorang offroaders juga, Mas Roy lah yang pertama kali menemukan Zikri bersama dua orang team rescue.

Yah tetap share location via wa yang tersynchronize ke gmaps merupakan keputusan yang baik juga saat nyasar di hutan tuk memberikan titik cari tuk team rescue, tapi mereka menyarankan tuk memakai ada sebuah aplikasi tuk tracker atau hiking yang tanpa internet hanya Abi lupa apa namanya.

Saya googling sedikit tuk applikasi gps hiking atau aktivitas outdoor ada Locus Map, Map Factor, Sygic dan lain-lain. Boleh nih rekomen dari kamu yang pernah gunain salah satu Apps ini mana yang oke dan user friendly. Oh ya ini apps gratis yah. Zikri kalau baca jangan lupa download salah satunya yah, hehehe. Soalnya anak ini katanya masih penasaran dan masih pengen balik lagi kesana.

FB Group Komunitas Peduli Malang

Salah satu kekuatan sosial media adalah komunitas dan orang-orang yang punya jiwa sosial dan kemanusiaan yang tinggi, taukah kamu Indonesia merupakan peringkat pertama sebagai bangsa yang dermawan dengan persentase 59%. Walau adanya singgungan yang sangat pelik bila mencakup kubu Pilpres dan cukup ganas melihat pertarungan mereka di sosmed tapi pada dasarnya orang Indonesia tingkat kepeduliannya tinggi pada sesamanya, mungkin ini juga bisa jadi salah satu faktor kenapa groupies garis keras pendukung salah satu kubu bisa cepat baper saat tokoh yang dikaguminya difitnah ataupun dikritik, sebenarnya maksud dan tujuan masing-masing kubu ingin negeri ini jadi lebih baik namun terjebak dengan rasa berlebihan saat mendukung sesuatu. Aah udahlah, liyer (pusing) mikirannya.

Nah saya merasakan bahwa Indonesia masih mempunyai bangsa yang dermawan dan berjiwa sosial tinggi dan ini sangat kentara di group FB Komunitas Peduli Malang ini. Group ini sangat-sangat aktif, tiap hari ada ajah pembahasannya dan banyak juga yang meminta bantuan di group ini.

Seperti saya yang meminta bantuan karena Zikri nyasar, walau sempat lama di approvenya karena mungkin admin sedang berbuka atau terawih namun setelahnya hanya hitungan menit mereka mencoba membantu yang mereka bisa. Walau yah masih ada juga yang ngeguyon atau sedikit membully, jadi kita yang posting juga harus bisa nahan diri tuk gak baper juga. Namanya juga masuk ke wilayah publik kita harus siap dengan segala komentar.

Alhamdulillah saya orangnya selow dan beberapa kali sudah di test baik waktu masih berkutat dengan sebuah mlm kecantikan harus bersabar nangani member atau customer yang komplain, punya onlen shop bersabar dengan orang-orang ajaib yang order, dan terakhir kemarin sempat menyandang jadi ibu RT yah banyak kejadian menjadikan posisi saya bak judul film dari Warkop DKI alias Dono-Indro-Kasino yaitu ‘Maju kena mundur kena’. Dan banyak kejadian baik di keluarga, pertemanan dan lain-lain, yah pengalaman menguatkan jadinya yah. Eh jadi curhat ini mah.

Malang merupakan kota ketiga selama kami membina rumah tangga. Awal pernikahan tinggal di rumah orangtua saya di Tangerang Selatan, kemudian pindah ke Bandung hingga punya rumah di wilayah Bandung Timur yang kemudian kami jual lalu sekarang mengontrak di Malang. Di tiap kota yang kami sempat tinggali saya selalu mencari group komunitas kota atau wilayah tersebut tapi baru kali ini saya masuk di FB Group dengan member yang sangat aktif membantu terjun langsung bukan hanya sekedar tanya jawab info dimana kuliner enak, tempat ngurus adminitrasi, konsultasi medis tanya obat dan lain sebagainya.

Tapi di group ini memiliki banyak member yang ringan tangan, ketika ada yang memantau melihat seorang ibu yang terlihat linglung dengan anak yang masih kecil masih seliweran ditaman pada tengah malam ada yang langsung proaktif menyambangi kemudian menanyakan ternyata ibu tersebut baru saja diusir dari kontrakannya dan mencari suaminya yang sudah tidak pulang dua bulan. Akhirnya lewat member tersebut diputuskan diajak pulang dulu kerumahnya walau saat itu dinas sosial pun juga sudah standby disana. Mereka action bergerak.

Lalu banyak juga info perihal ditemukan surat-surat seperti STNK, lalu bahkan uang dalam plastik, ada juga kantong belanjaanlah dan lain-lain ga berapa lama kemudian ada update terimakasih telah dibantu. Luar biasa pokoknya group ini mungkin lebih banyak yang tidak saling kenal dibanding yang kenalnya namun tetap mereka senang membantu.

Ketika saya posting membutuhkan bantuan soal Zikri ada Mas Lukman dengan akun ‘Villa Wisata kota Batu’ yang mau proakktif ke tkp mencoba mencegat di luar dari titik share loc dia ga berani menelusuri karena tidak berani juga masuk ke hutan, lalu ada mba Anisaa yang langsung mengontak team SAR meneruskan indo dari postingan saya dan mencapture percakapan dengan team SAR, ada juga beberapa orang yang mengatakan posisi dekat dengan Zikri dan katanya sudah menghubunginya tapi Zikri bersikap hati-hati karena memang saya infokan tuk waspada serta sudah ada team menuju ke sana jadi dia nyari aman maaf yah mas-mas terimakasih bantaunnya dan beberapa orang yang standby mantau perkembangan yang kadang ikut membantu menjawab komen dengan info yang sudah berikan mereka sering menanyakan ‘gimana perkembangannya lur, aku mantau jadi ikut deregdeg’ katanya.

Ada beberapa pun yang mengutarakan betapa terharu nya bisa melihat kolaborasi dari sekedar info bantuan menjadi pembagian tugas membantu pencarian. Saya pun hingga hari ini masih merasa amazing dsngan segalanya, momen yang menegangkan sekaligus mengharukan.

Hari keesokannya saya menyempatkan meng update situasi yang terjadi dan mengucapkan terimakasih atas segala bantuan serta perhatianbyang diberikan, Alhamdulillah sangat-sangat bersyukur atas semua karuniaNya ini. Sungguh pengalaman dan cerita yang kan bisa didongengkan ke anak cucu, hehehe.

Berkah dan hanya kuasa Allah yang dapat memberikan peristiwa ini dan mengakhirinya dengan perlindungan serta keselamatan. Alhamdulillahhi AllahuAkbar.

Apa Yang Harus Dilakukan?

Apa yang harus dilakukan?

Bila nyasar saya mencoba merampung sedikit tips baik dari pengalaman sepupu saya Zikri maupun beberapa referensi tapi ini dari sudut orang awam yah, jadi kalau bisa cari refensi lain juga yang lengkap dan tanya-tanya penjaga hutan setempat tentang medan yang kan dijelajahi.

1. Tenang

Walau keadaan mungkin mulai agak tidak kondusif atau mungkin sedikit membingungkan serta menyeramkan, selalu coba tenangkan hati dan pikiran. Karena ketenangan bisa membuka solusi-solusi alami insting manusia dalam bertahan hidup.

2. Cari petunjuk

Lihat sekeliling, ingat-ingat jalan yang sebelumnya diliewati selain mencoba juga melihat jejak kaki yang kita tinggalkan. Jangan lupakan petunjuk sekecil apapun. Bila akan berpindah tempat dan tinggalkan jejak yang mudah terlihat potongan plastik cerah misalnya diikatkan di pohon.

3. Hubungi Keluarga, minta bantuan

Bila sudah mulai benar-benar kehilangan arah balik cek hp mu apakah ada signal, kirimkan pesan baik sms atau wa. Pastikan membawa powerbank juga yah selama eksplorasi. Lalu, coba menghemat batre hp. Bila memungkinkan kirim share location seperti sepupu saya.

4. Mencari posisi aman dari segala bahaya

Hewan di hutan mulai aktif biasanya malam hari, maka bila sudah merasa tersesat sebelum matahari terbit sebisa mungkin cari tempat yang bisa berlindung dari hewan liar di hutan. Biasanya ada anjing liar sama seperti sepupuku yang mulai dengar lolongan anjing.

5. Mencari bahan yang bisa dimakan maupun diminum

Baiknya sih memang membawa paling tidak air minum walau dalam keadaan puasa dan sedikit ransum seperti coklat, biskuit ataupun roti isi. Tapi bila tidak ada atau sudah habis maka mulai sekarang pelajari tumbuhan yang kira-kira bisa dimakan dan terdapat cairan bila ternyata jauh dari sungai. Kalau sepupu saya membatalkan puasanya dengan air sungai dan karena ia pun cukup tenang maka merasa tidak lapar karena perut tidak tegang dan stres.

6. Bersabar dan berdoa

Jangan berpikir skenario terburuk tapi selalu positifkan hati dan pikiran bahwa saya akan selamat dan pulang kerumah selamat. Walau terasa waktu jadi sangat lama karena sendirian maka perbanyaklah berdoa, bila muslim perbanyak zikir dan surat-surat tentang keselamatan baik secara ghaib yaitu alfatihah, 3 Qul (al ikhlas, annaas, ala falaq), lalu surat Al Insyirah dan tutup dengan ayat kursi bila hapal lagi 2 ayat terakhir Al Baqarah. Juga meminta ampun mungkin kita mengalami ini karena takabur. Bagi non muslim silahkan melakukan doa-doa penyelamatan yang kalian tahu juga.

Bawaan wajib hiking

1. Gps track, aplikasi tanpa internet maupun alat gps saku.

2. Pakaian dan alas kaki disesuaikan.

3. Makanan dan minuman secukupnya.

4. Hp dan powerbank nya.

5. Plastik, pita warna cerah.

6. Pakaian ganti

7. Senter

Yah ini saya juga mereka-reka bila ada yang mau menambahkan silahkan via komen dan disesuaikan juga bila membawa anak-anak juga.

Terus dari kejadian ini apakah sepupu saya jera dan kapok, engga dong. Kamis pagi pulang kerumah setelah ditemukan kita yang dirumah masih lelah karena begadang mantau update dirinya, sedangkan Zikri jam 10 dah pamit lagi mau keluar cari oleh-oleh katanya. Dan sepulangnya saya berpesan ‘Zik jangan jajan mulu, sedekah lah…bersyukur dah dikasih selamat’. Jawabannya apa coba, ‘Ini kan saya sedekah beliin oleh-oleh buat anaknya mba dan teman-teman saya’. Halah gubrak deh, hehehe.

Dan ketika pamit ba’da Jumat an dia kembali membuat pernyataan sekaligus pertanyaan dan permintaan, lha kok bisa borong gitu. Iya bisa, sepupuku Zikri ngomong.

‘Mba, Mas aku masih penasaran ke Coban satunya nanti bolehkan kalau aku ambil cuti lagi nginep disini’. Whuaaaa….hehehe, bolehlah.

Dan ini pesan saya beberapa waktu lalu di FB

2 thoughts on “Ingin Lihat Coban, eh Malah Dapat Cobaan. Nasib Sepupuku”

    1. Sama pak zam, sy butuh 2 minggu menulisnya mana tata bahasa masih berantakan ini pun belum lengkap foto2nya hahahaha. Blm disertai capture an ucapan terimakasih di FBG & laporan dari tim SAR hahaha.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *