Masjid Megah Dengan Arsitektur Beragam Hasil Mimpi Pemilik Pesantren, Masjid Tiban di Turen, Malang, Jawa Timur

Kubah Masjid Tiban, Malang
Kubah Masjid Tiban, Malang

Masjid Tiban letaknya agak masuk ke dalam, bila menggunakan kendaraan tidak usah ragu masuk ke gang kecilnya karena di belakang masjid terdapat parkir yang cukup luas, di depan jalan masuk dan sepanjang gang kecil memasuki masjid terdapat banyak penjual souvenir maupun makanan. Serta banyak yang menawari kresek plastik untuk menaruh sandal ataupun sepatu karena dalam masjid sudah pasti tidak boleh pakai sepatu. Saran saya sih baiknya bawa tas yang bisa muat semua sandal atau sepatu tuk sekeluarga jadi ga repot.

 

Lantai Dasar

Gerbang unik Menara Depan Masjid Tiban
Gerbang Menara Depan Masjid Tiban

Bagian depan gerbang dan bawah Masjid Tiban di dominasi dengan warna biru full ukiran, jadi agak mirip dengan Blue Masjid nya Turki atau beberapa bagian mirip ukiran di Dome of Rock Masjid Al Aqsa, Palestine bila pintar cari spot dan angle yang tepat.

Ruang aquarium Masjid Tiban

Terdapat ruang aquarium dengan jumlah yang cukup banyak berisi beranake ragam ikan air tawar dari patin, sapu-sapu dan lain sebagainya.

Taman di dalam Masjid Tiban

Dibagian belakang aquarium terdapat taman semi terbuka dengan ubin bercorak warna cerah, cukup unik karena jarang sekali melihat masjid di tengahnya ada taman luas seperti ini.

Pintu dari parkiran & lorong besar

Bila kamu masuknya dari tempat parkir maka kamu akan masuk ke lorong yang cukup besar yang menurun ke bawah seperti mau memasuki kereta bawah tanah. Lorongnya cerah dengan hiasan lampu kedap-kedip seperti masuk ke lorong waktu.

Bila dibagian belakang ruang aquarium terdapat taman maka di sisi lainnya terdapat pavilion dengan pilar full kaligrafi dengan air mancur berwarna biru.

Nah bila mau menelusuri bagian atas masjid terdapat tanda panah arahan tangga didekat situ, ruang tangganya cukup kecil walau cukup tuk dua orang dewasa.

Sisi bagian kanan Masjid Tiban

Di sisi luar sebelah kanan setelah gerbang terdapat bangunan bergaya arsitektur Mesir dan tepat didepan gerbang biru tersebut kamu bisa meminta tiket masuk walau seperti tidak dikelola serius mungkin hanya sebagai penyaluran infak masjid, tidak ada patokan nilai tiket masuk jadi seikhlasnya saja. Ada satu ornamen bale-bale khas lokal sebagai tempat menunggu para wanita.

Sisi kanan Masjid Tiban agak ke belakang

Di bagian agak belakang terdapat danau cukup besar dengan ada perahu diatasnya yang dapat dinaiki, serta terdapat ruang tangga yang cukup besar untuk naik ke atas mungkin ini tempat para santri memasuki masjid.

Sedangkan di tempat parkir terdapat pujasera (pusat jajanan serba ada) dengan harga yang cukup murah es krim 5.000, bakso 10.000, es jeruk 3.000 dan aneka makanan berat maupun makanan ringan hingga oleh-oleh.

Sudut parkir Masjid Tiban

Ditempat parkir pun terdapat kaligraphi besar.

Masjid tuk shalat Jumat di Masjid Tiban

Nah yang lucu karena kami kesana pada hari Jumat maka disaat para pria mau shalat Jumat ternyata malah diarahkan ke masjid yang ada di parkiran bukan dimasjid utamanya. Didepan masjid ada sebuah tungku tuk pembakaran sampah.

Area belakang parkir pun merupakan hutan pohon jati atau mungkin pinus yah?

Menuju Atas Masjid, 7 lantai

Bila masuknya dari gerbang depan maupun parkiran maka akan melihat tanda panah arahan tuk jelajah Masjid Tiban dengan tulisan ‘Peziarah Lebaran’ kurang lebih tulisannya seperti itu.

Mohon maaf bila salah deskripsi tuk tiap lantainya karena agak membingungkan dan mulai lupa.

Naik ke satu tingkat dari ruang aquarium terdapat lemari tumpukan boneka, di lantai ini saya sempat melihat ada kolam renang di pojokan cuma saya tidak memasukinya krucil agak takut karena ruangannya agak gelap.

Golden chamber nya Masjid Tiban ?

Di lantai ketiga terdapat ruang mushalla dengan corak semuanya berwarna emas dari dinding himgga kursi mimbar. Jalan penghubung diantara ruangan cukup gelap karena lampu tidak dinyalakan disisi kiri mushalla terdapat lift. Lift nya berfungsi hanya agak lama menunggunya bila dari atas mau turun, saran saya bagi yang bepergian bersama sepuh baiknya naik lift karena tangga semakin keatas mengecil dan sulit bila sepuh kakinya kurang sehat

.

Tempat jajanan di lantai 4 Masjid Tiban

Dilantai ke empat terdapat minimarket serta pujasera sama seperti di parkiran dari mulai kue-kue, jus, snack hingga oleh-oleh, makanan besar seperti bakso, soto, sate dan bahkan terdapat boneka-boneka besar. Hanya saja bagian ke tempat kamar mandi cukup gelap walau kamar mandinya cukup bersih.

Oh ya kamar mandi tersebar di tiap lantai sepertinya ada, dan airnya segar jernih, kamar mandinya pun sebenarnya cenderung bersih hanya di beberapa tempat terutama bagian lantai bawah dekat tempat masuk dari parkiran yang agak kotor, mungkin karena banyak pengunjung yang kurang menjaga kebersihan jadi rada smelly deh.

Kamar mandi, tangga & pintu keluar Masjid Tiban

Dan sempat saya alami kejadian aneh bin ajaib, ketika baby Ibrahim BaB dan saya mau membersihkan di kamar mandi ruang aquarium bertuliskan kamar mandi wanita. Baru saja masuk dan membuka baju serta celana Ibrahim tiba-tiba pintu digedor…bukan diketuk lagi sambil terdengar.

‘Ayo, aku wes kebelet ini…ayo..’

Karena gedoran cukup masif dan saya takut ia menunggu terus disana sedangkan saya mau khusyu membersihkan kotoran BaBnya Ibrahim gak mungkin kan cuma sebentar didalam, saya buka pintu dengan maksud memberi tahu bahwa ada kamar mandi lainnya tapi ada yang terjadi saudara-saudara.

Saya:’Maaf bu, dibelakang saja masih banyak kamar mandi lainnya kok..’

Si ibu: ‘Wes aku ikut masuk gpp, aku kebelet ini’

S: ‘Bu, saya mau bersihin anak saya ini’

Si: ‘Aah nanti lama, aku wes kebelet’

Sambil masuk dan nutup pintu yang ada didepan saya lalu buka celana dan jongkok di kakus dan kemudian yah melakukan hajatnya, whuhehhe. Sembari masih ngomong.

‘Gpp toh mba kan sama-sama perempuan…toh mba nya ga pake, cuma mau bersihin si dedek..’

S: ‘Duh bu, tapi kan masih banyak kamar mandi lainnya..’. Gumam saya sambil geleng-geleng nahan geli dan cuma bisa liatin Ibrahim yang lagi mainan air disebelah ember masih pakai pampers hingga akhirnya saya menunggu si ibu memuaskan hajatnya. Ya ampun orang Jawa Timur klo dah ngeyel gini toh yah, hehehe.

Begitu beres dengan hajatnya si ibu ngeloyor pergi ajah sambil gumam

‘Aku wes legoo’

Ealah Ibu legoo yah saya nelongso nyaksiin episode tadi hahahaha.

Kebun di lantai atas Masjid Tiban

Oke balik memetakan masjid Tiban, dilantai ke lima terdapat kebun-kebun buah dalam pot. Dari mulai jeruk, sawo, mangga dan lain sebagainya.

Naik ke lantai enam, terdapat beberapa hewan dalam kurungan tepatnya monyet. Lalu mulai terlihat hamparan nun jauh view dari Gunung Semeru. Kubah biru yang besar itu bisa difoto lebih dekat. Dilantai ini pun juga ada air mancur besar. Namun harap berhati-hati bila melewati tangga karena tangganya mulai absurb memakai tangga spiral jadi harus bergantian naik dan turunnya. Serta karena lantai nya hanya di plus saja tidak berkeramik maka siap-siap harus menggunakan alas kaki.

Monyet dalam sangkar, fountain, dome dan tangga spiral

Untuk lantai tujuhnya berupa bentuk gunung dengan injakan seperti untuk wall climbing berada di balik kandang hewan-hewan.

Overall, masjid unik bin aneh lah karena konsep arsitekturnya gak beraturan yang katanya hasil mimpi dari pemilik pesantren dari Masjid Tiban. Dan rumor yang beredar yang katanya masjid ini cukup ghaib tau-tau dalam semalam sudah jadi bangunan Masjid Tiban yang begitu luas dan besar ini hanya sebagai jargon saja biar terkesan bombastis. Faktanya masjid mulai dibangun muli dari 1978 tapi mungkim karena tempatnya terpencil masuk kedalam maka bangunan baru mulai terlihat dari jauh setelah bangunan semakin tinggi.

Sepertinya sih yang punya juga ga ada rencana tuk menjadikan masjid ini tempat wisata karena tidak ada paksaan dalam membayar tiket masuk karena memang tidak ada yang mengarahkan tuk membelinya serta tidak ada patokan harga, seperti saya bilang sebelumnya hanya sebagai infak saja.

Saya belum nelusurin lebih lanjut pemililknya ini dapat biaya pembangunan masjid darimana yah? Dan melihat masih banyak tempat yang belum rampung sana-sini mau sampai kapan dan gimana akan diselesaikannya. Sepertinya seru juga kalau mungkin saya balik satu tahun lagi apakah ada perubahan atau tidak.

Leave a Comment

Your email address will not be published.